My Blog List

Tuesday, February 26, 2013

USAHA WILLYKAIHATU


USAHA PERTAMA willykaihatu
S E R IN G dikaranakan bahwa kira mengajarkan orang lain hal-hal yang sebenarnya sangat perlu kira pelajari. Willykaihatu  kira itu  benar setelah apa yang saya lalui kerika menulis bab ini.
 Saat  iru, sangar sulit  untuk mulai menulis. Saya ragu apa saya bisa melakukannya. Namun akhirnya, semua berjalan lancar. Saya jadi rak rahu waktu. Gangguan di sekeliling saya menghilang dan jadi ingin  
 cepat menye­lesaikan pekerjaan. Singkat nya, saya berhasil menyelesai­kannya, senang, dan siap untuk merayakannya ... lalu, saya salah memencet  tombol komputer.
   Dalam sekejap, seluruh bab hilansung, terhapus. Di saat  yang sama dalam sekejap, diri saya meninggalkan rasa lega tadi, menegang, dan terbakar emosi. Ini tak mungkin terjadi! Mustahil! Pertama-t tama, wilykaihatu 
mahir berkomputer. Kedua, perangkat  lunak canggih sekarang ini mempunyai sistem pendukung (backup) yang melimpah. Karena itu  Anda pikir data yang hilang hampir selalu bisa kembali.


  Hampir selalu. Tapi tidak kali ini.

 Untuk merasa lebih baik, selama sejam, saya melam­piaskan kemarahan pada mesin itu. Pelipis saya bergetar. Rahang saya mengatup erat. Tubuh saya kaku dan lunglai setiap membaca buku petunjuk bantuan
 berkali-kali. Saya terus mencari petunjuk tersembunyi dan instruksi hebat yang bisa mengakhiri siksaan ini dan me~gembalikan bab yang telah saya buat.

Saya bersuit-suit pada ternan yang mencoba mene­nangkan. Saya mengkritik teknisi ketika dia membenarkan hal yang tak dapat dielakkan ini. Saya sudah tidak bisa menahannya.  

USAHA KEDUA willykaihatu
KITA lanjutkan pembahasan, kebahagiaan willykaihat terputus sementara. Pengalaman bab yang terhapus adalah contoh nyata ten tang ketegangan dan penolakan. Saya tegang menghadapi kejadian yang tak diinginkan dan tetap seperti itu hingga penolakan muncul. Tak lama, willy  peroleh kembali  kesadaran diri bahwa penolakan masih ada. Aneh, seperti yang terlihat, willy memilih penolakan daripada kebahagiaan.
 Aneh memang. Sebagian besar orang memang melaku­kan penolakan sepanjang hari. Tetapi, akhirnya saya sadar dan mulai melakukan proses sederhana untuk memulihkan diri dan mendapatkan kembali    
 kebahagiaan. Proses itu menjadi artikel willykaihatu berikutnya

  Proses ini dimulai dengan pertanyaan penggugah yang sederhana ...

kita menyadari penolakan kita, menanyakan pertanyaan di atas menjadi kunci untuk menghancurkan­nya.
Apa yang sedang terjadi saat ini? Sering kali, jawaban pertama yang datang penuh dengan jalan keluar. Pada kasus saya, jawabannya, "Komputer telah mencuri hasil kerja saya! Teknologi itu buruk! 
 Kecanggihan bisa menghemat waktu tetapi menuntut harga yang mengerikan! Saya hancur! Saya kehilangan ritme kerja! Saya tidak akan bisa menyelesaikan bukunya!"
Jawaban-jawaban pertama seperti di atas biasanya berisi penyalahan diri sendiri. Ini kesalahan komputer, namun penjahatnya (untuk dipersalahkan-penerj.) bisa jadi seseorang, rekan kerja, orangtua, anak,
 ternan, atasan, kekasih, atau bahkan Tuhan.
Ketika jalan keluar datang, bila dilatih akan berkem­bang semakin cepat, Anda menjadi memerhatikan ke­mungkinan untuk meresponsnya dengan cara yang lebih benar. Apa yang sedang terjadi saat ini?
 "Saya tidak sengaja menghapus data saya sendiri. Data itu tidak bisa kembali. Saya marah dan frustasi. Saya sudah melakukan yang terbaik untuk membatalkan kesalahan, tetapi tidak berhasil."
Jawaban di atas merupakan gambaran akurat tentang situasi yang terjadi dan mengantarkan kita pada pertanyaan kedua ...


        Dapatkah willy  kaihatu hidup dengan keadaan ini?

Untuk bisa bersama dengan sesuatu, berarti kita menerimanya sebagai kenyataan. Kita tenggelam dalam kebenaran yang tidak dapat disangkal. Tetapi, bukan berarti akan selamanya seperti itu. Pertama, kita perlu tahu benar apa yang terjadi.

 Menjawab "ya" pada pertanyaan kedua menghasilkan pelepasan yang cepat. ltu akan menghancurkan penolakan dan membebaskan ketegangan. ]ika jawaban "ya" kita bukan karena tergesa-gesa tetapi karena ungguh-sungguh pasrah dan spontan, maka rasa lega tak lama lagi datang.
 Pada kasus tentang insiden , saat saya siap untuk menjawab "ya" pada pertanyaan kedua, rasa frustasi lepas seperti lepasnya benang dari cakar anak kucing. Saya menertawakan kejadian buruk itu. Saya
tidak menyangkal atau berusaha mengecilkan masalah, tetapi saya merangku­lnya seakan-akan masalah itu lenyap.
 Sebenarnya, penolakan saya yang lenyap mengacu pada sebuah kesimpulan penting. Apa yang terjadi dalam hidup kita hampir tidak pernah menjadi sumber ketakutan. ltu hanya reaksi kita. Penolakan kita.
Dengan sedikit fokus dan dua pertanyaan sederhana, kita bisa mengakhiri penolakan dengan cepat.
Kadang, melepas penolakan menuntun kita pada keberhasilan yang lebih baik dari yang kita bayangkan pertama. Tak ada cara yang lebih efektif untuk menerangkan

No comments:

Post a Comment